Kamis, 21 September 2017

Contoh Makalah Pengelasan

PROSES PENGELASAN SMAW
DI BENGKEL TEKNIK MESIN POLINEMA

Oleh
Ikang Ramdan Tirto Pamungkas[1]
1631210029-1B
Ikangramdhan25@gmail.com


A.      Pengantar
Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Salah satu jenis pengelasan yang banyak dipakai untuk mengelas baja karbon adalah SMAW. Kelebihan pengelasan dengan SMAW, antara lain dapat diandalkan untuk mengelas berbagai tipe sambungan, posisi, serta lokasi yang sulit dikerjakan, biaya pengoperasian yang relatif rendah dan dapat dipakai untuk mengelas didalam maupun diluar ruangan. Las SMAW (shield metal arc welding) atau las listrik ini menggunakan elektroda berselaput sebagai bahan tambahan. Busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan elektroda dan sebagian bahan dasar.
Bagi mahasiswa, memahami proses pengelasan SMAW merupakan keharusan. Jika tidak memahami ada dampak negatif, antara lain (1) kurang pengetahuan tentang pengelasan, (2) hasil pengelasan yang kurang maksimal (3) kemungkinan terjadi kecelakaan kerja besar. Sebaliknya jika para mahasiswa memahami proses pengelasan SMAW maka mempunyai dampak positif, antara lain (1) akan menambah wawasan tentang pengelasan SMAW, dan (2) mengurangi resiko kecelakaan kerja.
Namun pada kenyataannya banyak mahasiswa yang tidak memahami topik tersebut. Hal ini diketahui dari (1) informasi dosen, (2) pernyataan mahasiswa itu sendiri, dan (3) hasil diskusi tentang topik tersebut. Telah ada usaha untuk mengatasi persoalan itu antara lain (1) dosen menugasi mahasiswa membaca literatur, (2) mahasiswa belajar mempraktekkan arahan dari dosen dan (3) pernyataan mahasiswa itu sendiri tentang ketidakmampuannya memahami proses pengelasan. Namun, hasilnya kurang memuaskan.
Permasalahan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Harus ada usaha untuk mengatasi persoalan itu. Salah satu yang efektif adalah menyusun makalah dengan judul Proses Pengelasan Smaw di Bengkel Teknik Mesin Polinema. Berdasarkan uraian di atas, makalah ini membahas (1) Persiapan  pengelasan SMAW yang dilaksanakan di bengkel teknik mesin polinema, (2) Langkah-langkah pengelasan SMAW dibengkel teknik mesin polinema
B.     Persiapan Pengelasan SMAW di Bengkel Teknik Mesin Polinema
Setiap mahasiswa yang memasuki bengkel teknik mesin polinema diharuskan menaati aturan bengkel diantaranya (1) memakai seragam praktek, (2) memakai sepatu safety untuk keselamatan, (3) datang tepat waktu sesuai jadwal yang diberikan. Sebelum proses pembelajaran mahasiswa harus melakukan senam dan bedoa. Senam berfungsi untuk meningkatkan kosentrasi mahasiswa supaya mahasiswa tidak lalai ketika proses mengelas.
Setelah kegiatan senam dosen pengajar membagikan bahan mild steel dan memberikan arahan job yang akan dikerjakan serta mahasiswa mengisi sop pada modul las masing-masing. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah tebal benda kerja yang akan dilas jenis elektroda yang digunakan, dan ampere pada mesin las yang nanti akan digunakan mengelas.
Selanjutnya bagian piket kelas meminjam kunci lemari tempat penyimpanan peralatan di toolstore dan melakukan pengecekan jumlah peralatan las. Di bengkel las teknik mesin polinema peralatan yang digunakan untuk las smaw antara lain (1) palu terak, (2) palu, (3) penitik, (4) stamping, (5) penggores, (6) sikat baja, dan (7) gerinda tangan.


   Gambar peralatan las di bengkel Teknik Mesin Polinema

Apabila alat telah selesai dicek langkah selanjutnya adalah memasang kabel elektroda dan kabel massa. Kabel elektroda befungsi menghantarkan arus dari mesin las menuju stang las sedangkan kabel massa berfungsi untuk penghantar arus ke benda kerja. Kabel massa dijepitkan pada meja kerja kerja.  Persiapan selanjutnya berupa pembersihan tempat kerja, pengaturan peralatan-peralatan sedemikian rupa sehingga memudahkan pelaksanaan pengelasan, pemeriksaan semua peralatan mengenai kondisi masing-masing terutama kemungkinan adanya kerusakan yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak dinginkan, misalnya kabel yang bocor menyebabkan loncatan busur listrik yang berbahaya.
Kemudian menyalakan panel utama dan  mesin las serta menyetel arus sesuai yang telah ditulis pada modul. Sebelum memulai pengelasan sangat dianjurkan untuk memakai perlengkapan keselamatan kerja diantaranya (1) apron dada, (2) sarung tangan kulit, dan (3) topeng las. Perlengkapan keselamatan sangat penting digunakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja saat mengelas. Nyalakan juga blower fan agar sirkulasi udara lancar.
                                              Gambar. Topeng las                                                 
Pengaturan posisi mengelas disesuaikan dengan celah- celah benda kerja yang akan dilas. Posisi mengelas atau sikap mengelas maksudnya adalah pengaturan posisi dan gerakan/arah daripada elektroda las sewaktu mengelas benda kerja. Posisi mengelas ini tergantung daripada kampuh atau celah benda kerja yang akan dilas. Adapun sikap/posisi sewaktu mengelas terdiri dari 4 macam yaitu posisi dibawah tangan , horizontal, vertical dan posisi diatas kepala. (Arifin,1977 : 61-64)

(1) Posisi dibawah tangan adalah suatu cara mengelas yang dilakukan dibawah tangan dimana pengelasan dilakukan pada permukaan yang datar atau agak miring dengan elektroda las (busur nyala) di sebelah atas benda kerja. Mengelas dengan cara ini dilakukan dengan mengatur kemiringan elektroda las sekitar 10º-20º, (2) posisi horizontal disebut juga mengelas merata tegak, dimana kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah gerak elektroda mengikuti garis horizontal sewaktu mengelas kedudukan elektroda dibuat miring sekitar 5º-10º, (3) posisi vertical adalah apabila dilakukan mengelas dilakukan mengelas dalam jurusan tegak dengan arah pengelasan ke atas atau ke bawah dan arah pengelasan tergantung daripada jenis elektroda yang digunakan, (4) posisi di atas kepala mengelas dengan posisi diatas kepala (over head) adalah suatu cara mengelas yang sangat sukar dan berbahaya karena sewaktu mengelas bahan cair banyak yang berjatuhan ke arah bawah yang dapat mengenai pengelas.


C.    Langkah-Langkah Pengelasan SMAW
Berikutnya elektroda dipasang pada tang las, di bengkel las teknik mesin polinema elektroda yang sering digunakan adalah jenis e6013 diameter 2.6 mm. Elektroda ini cocok dipakai untuk mengelas baja karbon yang mengandung unsur karbon hingga 0,3% termasuk mild steel. Setelah dipasang lalu elektroda dinyalakan dengan cara  : (1) pegang tang elektroda sehingga membentuk sudut terhadap benda kerja sebesar ± 60º, (2) gerakan elektroda kearah pinggir pelat kerja sehingga menyinggungnya. (3) segera tarik elektroda sejarak garis tengah elektroda setelah timbul busur nyala listrik untuk mencegah agar elektroda tidak lengket ke benda kerja.


Cara memulai pengelasan yaitu (1) Jika busur nyala telah terjadi , tahan jarak elektroda satu garis tengah elektroda dan geser posisinya kesisi pelat, (2) perbesar jarak elektroda menjadi dua kali garis tengah elektroda untuk memanaskan benda kerja (3) kalau benda telah panas, kembali posisi elektroda tersebut sehingga membentuk sudut kerja sebesar 90º terhadap benda kerja, (4) jalankan elektroda sesuai benda kerja yang di las dengan cara menarik elektroda dan usahakan membentuk sudut jalan sebesar ± 70º, (5) gerakkan elektroda dengan cara zikzak, melingkar dan segitiga untuk mendapatkan rigi-rigi las yang baik, (6) jika elektroda akan habis maka busur nyala segera dimatikan dengan cara mengangkat elektroda sedikit ke atas dari semula, kemudian diturunkan dan diayunkan keluar dari celah yang dilas, (7) bersihkan terak dengan palu terak dan sikat baja untuk menghindari keropos saat penyambungan, (8) elektroda baru dipasang pada stang las dan lakukan penyambungan dengan memulai menyalakan lagi busur nyala sekitar 10 mm  dari rigi-rigi las dan setelah busur nyala terjadi maka elektroda las digerakkan mendekati rigi-rigi las yang akan disambung yang seterusnya pengelasan dilakukan sampai pengisian kampuh las selesai, (9) bersihkan kembali terak las dengan palu terak dan sikat baja hingga bersih, jika ada terak yang sulit dibersihkan dengan palu gunakan penitik atau pahat untuk membersihkannya, (10) apabila hasil las kurang memuaskan gerinda bagian yang kurang memuaskan dan dilakukan pengelasan ulang, (11) stamping benda kerja dengan menuliskan tiga angka NIM, (12) bersihkan bengkel las dan rapikan kembali peralatan serta pengecekan kembali kelengkapan peralatan, (13) benda kerja dikumpulkan bersama modul yang telah diisi kepada dosen pengajar.




[

Tidak ada komentar:

Posting Komentar